Home

The Privilege of Being Foreigner in India 

Leave a comment

Enaknya jadi turis asing di India

Buat yang rajin browsing kalo mau berangkat nge-trip mungkin udah tahu banyak soal ini, tapi buat yang tipe ngetripnya kek aku yang jarang banget browsing kecuali soal harga dan gimana caranya dari bandara ke akomodasi pertama, mungkin ini sedikit membantu…

Jadi… enak banget lho jadi turis asing di India!
Berasa tamu kenegaraan!
1. Selalu ada antrian yang beda buat turis asing di semua obyek wisata. Foto yang ada menunjukkan antrian turis domestik, amati ada pagar panjang yang kosong? itulah antrian buat turis asing! Foto ini antrian masuk Taj Mahal. Di pintu luar pun ada antriannya tersendiri.
Pokoknya tunjukin aja tiketmu ke petugas, akan langsung diarahkan kemana atau langsung nyela antrian orang lokal. Yang pasti tiket kita jelas lebih mahal dari mereka hahaha..
2. Selalu ada loket tiket untuk turis asing! Cari!
3. Selalu ada toilet untuk turis asing di tempat-tempat wisata yang ramai.
4. Di stasiun, carilah loket dan pintu masuk untuk turis asing! Informasinya yang kucari (setelah pulang dari India), hampir di semua stasiun ada.
Karena gak tahu, gak percaya waktu ditunjukin arah untuk loket khusus turis asing hahaha…. maafkan Pak!
5. Kalau misalnya tiket kereta habis, datanglah ke loket khusus turis asing, mereka punya tiket cadangan untuk turis asing.
6. Pernah naek bis yang ternyata isinya orang lokal semua, pas datang, kondekturnya nyuruh orang yang duduk paling depan pindah… hihihi, berasa princess! Ini pun privilege! kata yang kupahami cuma: online … ngerti ngerti :p

India memang negara ajaib yang sukses bikin aku ngakak gak habis-habis…
Tips nya: JANGAN BETE kalo di India, nikmati aja semua… klaksonnya, joroknya, baunya.. orangnya ramah-ramah kok, bahkan kadang terlalu ramah :p

india-taj-antri

Advertisements

A note from Iceland, sedikit tips

Leave a comment

Buat yang pengen ke Iceland, ada sedikit tips biar murah dan harus meriah karena gak bisa ngirit kalo sendirian di Iceland :

1. Pergilah minimal berempat, pas di mobil. Kalo semua bisa nyetir lebih bagus lagi bisa gantian.
2. Sewa mobil, sewa mobil murah banget karena public transport bisa dibilang gak ada, adanya bis bandara doang. Jangan lupa cek apa sudah termasuk asuransi atau belum. Sehari yang mobil sedan kecil sekitar 200rb-an.
3. Sewa apartemen agak diluar kotanya, kan rame2 tu, cocok kan… Lebih murah banget dibanding hostel di downtown. Kalo pas keluar Reykjavik keknya adanya kamar, tapi kadang ada juga kok model apartemen. Harga apartemennya bisa sama dengan harga hostelku yang di kota banget.
4. Belanja di supermarket dan masak sendiri. Ini pun aku lakukan karena makan di restoran duduk enak minimal 30 Euro. Dan ternyata belanja gak mahal-mahal banget.

Coba bandingkan kalo sendirian sepertiku :

1. Naek bis bandara pp tu sekitar 700rb, padahal sewa mobil bisa buat berempat cuma 200rban dan bisa cari yang ambil dan balikin di bandara.
2. Hostelku semalam 850rb, dormitory room sekamar ber10. Emang enak tinggal jalan kaki ke mana-mana di kota, tapi harga itu kalian bisa dapat apartemen buat bertiga berempat.
3. Karena gak sewa mobil aku harus selalu ikutan tour. Tour Aurora tiap malam sekitar 900rb, ikutan Golden Circle one day tour sekitar 2jt. Naa, udah keliatan banget kan bedanya kalo sewa mobil, tinggal meluncuuuur…
4. Aku makan juga akhirnya belanja di supermarket dan masak di hostel, jadi bisa ngirit juga.

Kalo soal pesawat ke Reykjavik sih, tergantung gimana canggih kalian memanfaatkan promo aja.
Ini kemaren pesawatku :
Jogja – Singapore PP : AirAsia tanpa bagasi, beli makan aja pas pulang, harga kira2 1,5jt.
Singapore – London PP : Norwegian tanpa bagasi, beli makan aja biar gak kelaparan 14 jam hahaha, harga 6,27jt.
London – Reykavik (oneway) : Easy Jet tanpa bagasi, harga 857rb.

Karena pernah winter trip ke China sebulan tanpa bagasi, ngetrip dua minggu terasa lebih mudah.

Aurora memang indah sekali, dan aku bahagia bisa menikmatinya.

SAMSUNG CSC

 

 

Budget : 27 Days in China

Leave a comment

Summary :
TOTAL : IDR 14.505.979 / CNY 7.246
Domestic transportation : IDR 5.020.888 / CNY 2520
International flights : IDR 3.371.091 / CNY 1669 *AirAsia No baggage
Accommodation : IDR 2.254.000 / CNY 1127 *13N paid, 11N free
Food : IDR 1.316.000 / CNY 658
Others : IDR 1.411.000 / CNY 706
Souvenirs : IDR 719.000 / CNY 360
Postcard : IDR 414.000 / CNY 207
TOTAL 7.246 14.505.979
Day Class Expenses CNY IDR
0 T JOG-KUL return 535 1.070.500
T KUL-PEK 451 901.172
T KUN-KUL 683 1.399.419
1 T Yukatong card 100 200.000
T Print train tickets 10 20.000
F McD Porridge 8 16.000
F Bread 5 10.000
T Train D25 Beijing-Harbin 337 668.512
T Taxi from Harbin station to host 21 42.000
2 T Public Bus 3 6.000
F Lunch at the mosque 13 26.000
F Halal cup noodle 5 10.000
F Sweet potato 6 12.000
F Persimmon 2 4.000
F Eggs 3 6.000
F Orange 10 20.000
O Handphone charger 20 40.000
3 O Minisou : neck pillow 25 50.000
O Minisou : gloves 26 52.000
F Grill squid 10 20.000
O Tissue 10 20.000
4 F Lunch 13 26.000
F Snacks 38 76.000
P Postcard 45 90.000
O Bread 9 18.000
T Bus 1 2.000
T T18 Hard Seat : Harbin – Beijing 178 352.633
6 T Bus : Dongzhimen to Huairou 11 22.000
T Taxi : Huairou – Huanghua – Mutianyu – Huairou 250 500.000
F Bread 4 8.000
F McD 10 20.000
F Dinner at Niu Jie food court 18 36.000
F Fresh duck 12 24.000
O Entrance Fee Mutianyu 45 90.000
T Shuttle bus Mutianyu 10 20.000
T Cable Car Mutianyu 100 200.000
O Entrance Fee Huanghua 5 10.000
7 T Yukatong card 40 80.000
F Lunch 14 28.000
O Entrance Fee Park 2 4.000
F Dinner 35 70.000
T Bajaj 10 20.000
8 T Yukatong card -31 -62.000
T AirChina : Beijing – Lannzhou 515 1.023.131
T Airport shuttle : Lanzhou – Linxia 80 160.000
T Public Bus 1 2.000
A Qingfeng Hotel standard room 1N 138 276.000
F Dinner 12 24.000
F Orange 3 6.000
F Chesnut 10 20.000
9 F Lunch 7 14.000
T Bus : Linxia – Xiahe 32 64.000
A Tara Guesthouse single room 2N 80 160.000
F Orange 3 6.000
F Dinner 13 26.000
F Yak Yogurt 3 6.000
10 F Breakfast 30 60.000
F Bread 1 2.000
O Boots 30 60.000
F Orange 2 4.000
11 F Yak Yogurt 15 30.000
T Bus : Xiahe – Lannzhou 79 158.000
F Dinner 16 32.000
T K1042 Hard Seat : Lanzhou – Xi’an 116 230.453
12 T Public Bus 1 2.000
F Breakfast 19 38.000
A Apartment sharing 3N 171 342.000
F Lunch 21 42.000
F Snacks 14 28.000
P Postcard 23 46.000
O Groceries 10 20.000
F Bread 4 8.000
F Vegetables 2 4.000
O Socks 10 20.000
13 T Public Bus 2 4.000
F Lunch 18 36.000
S Souvenir : Minisou 30 60.000
O Terracotta 120 240.000
F Meals 38 76.000
14 S Souvenir : Minisou 125 250.000
O Minisou : heat pants 40 80.000
O Minisou : powder 10 20.000
O Minisou : headset 15 30.000
O Minisou : charger 10 20.000
F Dinner 19 38.000
S Souvenir 15 30.000
F Orange 10 20.000
P Postcard 32 63.000
T Public Bus 2 4.000
15 O City Walls 54 108.000
T Rent a bike 45 90.000
F Lunch 20 40.000
T Airport bus 25 50.000
T CapitalAirlines : Xi’an – Lijiang 288 572.159
16 T Airport bus 20 40.000
T Taxi 10 20.000
A Lijiang Longyuanju Hostel 3N 140 280.000
O Lijiang old town fee 80 160.000
F Lunch 33 66.000
F Bread 15 30.000
F Flowers Pastry 4 8.000
P Postcard 8 15.000
S Souvenir : Minisou 20 40.000
S Souvenir 40 80.000
S Fruits and flower tea 45 90.000
17 F Lunch 10 20.000
S Souvenir 25 50.000
P Postcard 39 78.000
S Souvenir 28 56.000
F Bread 10 20.000
F Chesnut 15 30.000
18 S Souvenir 18 36.000
T Public Bus 4 8.000
22 A Homestay 4N 400 800.000
T Public Bus 4 8.000
T Bus : Lijiang – Shangrila 42 84.000
A Hanting Express Shangrila 2N 198 396.000
F Bread 8 16.000
F Dinner 32 64.000
O Misc 10 20.000
23 P Postcard 61 122.000
T Public Bus 2 4.000
24 O Print photos 30 60.000
F Peach 5 10.000
F Bread 2 3.000
T Public Bus 1 2.000
T Sleeper bus : Shangrila – Kunming 208 416.000
F Corn 5 10.000
O Toilet 3 6.000
25 F Sandwich 8 16.000
26 T Public Bus 4 8.000
F Lunch 17 34.000
S Souvenir 14 27.000
F Bread 9 17.000
27 O Groceries 46 91.400
O MISSING NOTES 96 191.600

Nepal Diary 5

Leave a comment

28 Desember 2015

Malam sebelumnya kita sudah ngobrol dengan Mohan tentang rencana kita untuk light trekking dua hari satu malam. Mohan menyarankan kita untuk pergi ke Changu Narayan, ada peta dan rutenya gampang dan jelas. Mohan bantuin juga untuk nelpon hotel disana walaupun akhirnya aku sendiri yang menawar ke pemiliknya.

Pagi itu di halaman hotel tanah-tanahnya pun kedinginan, ada esnya.. dasar norak gak pernah liat salju, poto-poto lah ama tu es yang kek comberan hahaha…

Pagi di tempat yang dingin selalu menyenangkan buatku, itulah kenapa aku suka maen di bulan Desember atau Januari… Badan ajaib ini berhasil membuat wish list ku yang berikutnya adalah Iceland dan New Zealand dan Alaska hahaha… Semoga badan ini tetap seperti ini sampai ketemu heater yang bisa nemenin kemana-mana 😀

Kita nitip tas besar di hotel dan hanya berangkat dengan baju secukupnya.

More

Nepal Diary 4

Leave a comment

27 Desember 2015

Pagi itu kita tidak bangun pagi, agak nyante pokoknya.. bahkan sempat lari keliling bentar dan menikmati suasana, trus belanja lagi hahaha…. Abis itu packing, tas kita rasanya udah penuh padahal baru berapa hari huuf, semua belanja oleh-oleh kita selesein di Pokhara soalnya..

Kita berencana ke Kathmandu naek travel, tidak naek bis lagi. Dianterin ama mobil hotel sampai tempat mobilnya. Alhamdulillah nunggu penumpang penuhnya gak lama jadi kita bisa cepat berangkat. Sopir travelnya gak serem nyetirnya jadi merasa aman, soalnya baca tulisan temen sopirnya nyetirnya serem. Dan naek travel lebih cepat dibanding naek bis, 5 jam saja sudah sampai. Dan sopirnya muter lagu-lagu Hindi yang gak India banget tapi enak banget didengerin, it felt like I live in a drama with that music dan rasanya sangat damai.. aku sampai ngrekam momen itu, tapi karena hp-ku tidak cihuy pas didengerin lagi kok jadi gak keren, hiks…

Waktu mobil berhenti untuk makan siang, kita pesan dua porsi nasi set lengkap untuk berempat dan merasa sangat kenyang, enak sekali dan murah dibanding semua makanan yang pernah kita pesan.

More

Nepal Diary 3

Leave a comment

26 Desember 2015

Kalo ngetrip bareng temen pasti banyak acara bangun paginya hihihi… Sudah siap kami pagi itu ketika pintu kamar diketuk untuk berangkat menuju Sarangkot dengan bekal semua peralatan perang untuk melawan dingin. Pagi yang indah… Kita yang paling pertama datang pagi itu di atap rumah salah satu warga yang paling strategis, jadi bisa pilih kursi. Untuk duduk disitu tidak perlu sewa tempat, kita tinggal pesen minum panas saja dan mereka juga akan minjamin kita selimut. Walaupun mereka jualan selimut itu, mungkin hanya 5% dari pengunjung yang akhirnya membeli selimut itu… ah baik sekali mereka, semoga selalu sehat dan ikhlas…

Detik-detik menunggu matahari keluar ditemani sahabat dengan secangkir teh hangat (yg segera menjadi dingin) itu tidak ternilai harganya.. Walaupun aku sekarang lebih senang untuk pergi sendirian, tapi sekali dalam setahun pergi bersama sahabat bisa untuk menyegarkan kembali ingatan mengapa kita bersahabat, kapan kita pergi bareng, kemana aja… dan mengingat kembali perasaan saat itu, it’s a great feeling…

Hmmmm, I’m happy that I write it down now, it makes my day.. I remembered all the feeling, the weather, the moments… *while working at a place without a phone connection

More

Nepal Diary 2

Leave a comment

25 Desember 2015

Pagi-pagi kami sudah bangun karena akan berangkat ke Pokhara naik bus pagi. Jalan kaki keluar dari hotel bahkan masih gelap. Sudah beli tiket malam sebelumnya ke orang hostel dengan harga $10/orang. Tidak begitu jauh tempat bis-bis ini dari Thamel, area hotel tempat kita menginap. Setelah nyampe, naruh tas, masuk bis adalah pilihan yang lebih hangat, tapi ternyata banyak warung kopi dan toko roti disekitar situ, dan dari hasil pengamatan, rotinya keliatan menggiurkan, hehehe…

Jalan darat alias road trip selalu menyenangkan buatku, bisa melihat sekeliling, bisa ngalamun, bisa tidur, dan bisa merasakan atmosfer local dimanapun aku berada. Sebenernya ke Pokhara tu gak terlalu jauh, tapi ternyata bisnya dua kali berhenti. Berangkat jam 7, berhenti pertama adalah jam 10 untuk sarapan 🙂 dan mereka ternyata sarapannya nasi segunung hihihi… kita beli snack hangat untuk barengan, gak mau kalah ma orang local yang menyerbu nasi-nasi segunung dan mengepul itu, looks good! Disini kita juga melihat antrian yang sangat panjang untuk beli bensin karena Negara ini sedang krisis bahan bakar karena India, duh lupa cerita lengkapnya karena dah kelamaan.. yang jelas harga bensin menggila sehingga biaya transportasi kami pun juga lebih banyak dibandingin budget teman-teman yang pergi ke Nepal sebelumnya.

More

Older Entries