This slideshow requires JavaScript.

Manila, kota yang sebenernya punya banyak kemiripan dengan kota-kota di Indonesia, tapi mereka sudah selangkah lebih maju, sudah punya MRT! Ya, ibukota Philippines ini sudah mempunya jalur MRT yang mencakup Manila dari ujung ke ujung, jika anda punya waktu, bisa dicoba.. sayang saya gak punya fotonya karena dilarang motret di stasiun…

Banyak yang bisa dikunjungi di kota ini, jika anda hanya punya waktu satu hari, cukuplah untuk mengunjungi yang penting-penting saja… selain MRT, jangan lupa mencoba angkutan wajib yang ada diseluruh Philippines yaitu Jeepney dan Tricycle! kalau jeepney adalah angkutan yang ada jurusan tertentu, sedangkan tricycle adalah becak motor, persis bentor yang ada di Medan.

Manila Bay yang memanjang di dekat hotel, menjadi sangat ramai jika sore menjelang. Jalan-jalan disini sambil membeli camilan merupakan salah satu cara menghabiskan waktu di Manila.

Rizal Park akan anda temui dalam perjalanan dari Manila Bay ke Intramuros. Taman dengan patung Rizal, pahlawan Philippines.

Intramuros merupakan kota tua yang dilestarikan, seputaran ditutup dengan benteng seperti Kraton Jogja. Kita bisa berjalan kaki dengan nyaman di sini karena mobil jarang masuk ke area ini. Saya tidak tahu kriteria mobil boleh masuk tidaknya,  kalo misalnya bebas kendaraan bermotor, itu tidak benar karena masih banyak bis dan mobil yang lewat. Masuk kawasan ini GRATIS.

Kemudian kami lanjutkan untuk masuk ke Fort Santiago yang ternyata harus bayar, per orang 75 PHP atau sekitar 15.000 IDR. Sebenarnya benteng ini gak bagus2 amat, tapi ketika masuk ada guide yang sedang menerangkan, lucu sekali..

China Town berada di seberang sungai dari Fort Santiago, jalan kaki ke arah sungai, nyebrang jembatan, dan voila ‘China Town’! China Town di Manila merupakan salah China Town terbesar di seluruh dunia, dan kondisinya sangat lebih baik. Bersih. Waktu itu akan Tahun Baru China, jadi pecinan ini meriah sekali dengan hiasan merah dimana-mana. Disini kita bisa temukan banyak buah yang dijual pedagan asongan di pinggir jalan.

“Mango is our national fruit!’ kata seorang guide Philippines. Dan benar, mangga dijual dalam berbagai macam bentuk. Sale mangga, selai mangga, permen mangga.. apapun deh, :p

Saya tidak sempat ke tempat yang lain, akan saya update lagi kalo saya pulang dari Manila nanti, cao!!