Setelah selesai nonton Formula 1 dan konser PSY di Mokpo, entah kenapa aku jadi lemes banget… Sampai stasiun, rasanya pengen tiduran di lantainya, tapi dingiiin… Akhirnya memaksa diri sendiri untuk makan ramen biar gak drop, perjalanan masih jauh…

Sampai di Yongsan Station di Seoul jam 01.20 setelah naik KTX selama 3,5jam, sangat ontime, ada wifi di kereta, tapi kecepatan kereta cuma kek Argo Lawu, padahal harga tiketnya sangat mahal, sekitar 400.000 IDR.

Langsung nyari pojokan yang kira-kira asyik untuk menunggu pagi, baru naruh tas, eeee didatengin petugas :

’Maaf, anda harus segera keluar karena segera setelah semua penumpang KTX dari Mokpo keluar, stasiun ini akan dikunci’.

Hiks, ngikutin orang-orang ke bawah… antrian taksi panjang padahal dingin..

Ada ibu-ibu ama anaknya didalam pintu kaca gedung bawah stasiun, sepertinya menghindari dingin sembari nunggu antrian taksi berkurang. Ikutan deh…

Tak berapa lama, antrian taksi sudah tinggal beberapa orang… Hati bimbang mau kemana, akhirnya nyetop taksi juga, minta dianterin ke halte Limousine Bus ke Incheon Airport di Seoul Station. Taksi berhenti di halte yang kek bukan halte, tapi bener, disitu ada tiang dan tulisan yang menunjukkan tempat Limousine Bus ke Incheon berhenti dengan jadual pertama adalah 04.50.

Masih jam 02.00, suhu menunjukkan 80C. Ah, ada underpass sebelum Seoul Station, kesana ah… Underpass buat penyebrang jalan ini sangat bersih dan sepi, setidaknya gak ada gelandangan… Aku taruh tasku dan nyari sesuatu buat duduk di tas kecilku, tentu saja yang kudapat adalah peta Seoul yang udah jadi rombengan karena terlalu sering dibuka.

Ngambil jaket, syal, trus duduk…

Semenit…

Dua menit…

Tiga menit….

…. tiba-tiba ’wuuuussss’, angin bertiup masuk….

Dingiiiinnnn…..

Jalan mondar-mandir dan berlari-lari kecil untuk ngilangin dingin!

Setelah beberapa saat (gak nyampe 10 menit kayaknya), aku mutusin untuk naik….

Ternyata, diatas ada Kantor Polisi! Alhamdulillah…

Masuk kantor polisi terasa hangat, yang jaga satu Polisi Wanita dan dua Polisi Pria…

Dengan bahasa tubuh dan bahasa Korea acrut2an akhirnya aku berhasil menjelaskan kalau aku mau numpang nunggu sampai pagi untuk kemudian pergi ke bandara dengan bis pertama.

Disinilah mulai terjadi kekacauan…

Sebelum aku berangkat ke Mokpo untuk nonton Formula One, sebenernya petugas di KTO (Korea Tourism Organization) sudah mencarikan semua info bagaimana aku bisa mencapai bandara secepatnya karena pesawatku take off jam 07.20, ada beberapa pilihan yang sudah kucatat rapi di notebook ku.. dan akhirnya aku memutuskan untuk naik Limousine Bus yang berangkat paling pagi dari Seoul Stasiun dengan biaya 10.000 KRW, dan tiang tempat nunggu Limousine Bus yang ditunjukkin supir taksi yang tadi sudah sesuai dengan yang kuinginkan…

Si Polisi Wanita mulai sibuk mencarikan info soal bus ke bandara setelah membuatkanku segelas teh panas, nikmatnya!… Aku ngasih info kalau aku sudah tahu di sebelah kiri dari Kantor Polisi ada halte untuk naik bus ke bandara. Dia bilang salah, sudah pindah… Saking berkali-kalinya dia bilang salah, akhirnya aku mutusin untuk ngecek ke depan Seoul Station…

Oh benar, tapi yang ini lewat Gimpo Airport dulu dan tiketnya 14.000 KRW, tapi bis pertama 05.05… mmm…

Mondar-mandir depan stasiun akhirnya dideketin beberapa supir taksi, langsung kabur lagi ke kantor polisi.

Semua polisi menyarankan aku naik taksi saja, akhirnya aku ke depan, nyetop salah satu taksi yang lewat nanya harganya, dia bilang 80.000 KRW atau setara dengan 750.000 IDR, waduh…. setelah ngobrol panjang ama sopir taksi itu yang kasihan ama aku dan nurunin harga jadi 70.000 KRW, aku akhirnya pasrah, masuk ke kantor polisi lagi dan duduk anteng disana.

Saat aku disana ada seorang nenek-nenek yang sudah duluan duduk di kantor polisi, dia juga menunggu pagi disana. Seperti yang biasa kualami di Korea ini, nenek ini berbicara denganku seakan-akan aku mengerti apa yang dia ucapkan, kadang-kadang ditimpali ama polisi-polisi itu, sampai akhirnya aku gak ngerti mereka ngobrol apa, tapi si nenek dimarahin ama si bapak polisi… Si nenek sampai terduduk dan suaranya jadi gak jelas karena sudah tidak bisa membela dirinya…

Tiba-tiba ada polisi masuk membawa seorang bapak-bapak yang mabuk, kupikir hanya mabuk saja, tapi ternyata dia berusaha menyayat2 dirinya sendiri menggunakan pecahan kaca. Darah sudah menetes deras dari tangannya. Pak Polisi itu berusaha ngajak ngobrol dan berkomunikasi, tapi dia tetap berusaha menyayat2 lengannya… ternyata lehernya pun sudah tersayat2.. serem…

Tak berapa lama ambulance datang, petugas medis dengan cueknya masuk tanpa ekspresi, si bapak2 mabuk masih gak mau diobatin, dan akhirnya setelah beberapa makian dan tamparan (persis di drama korea), akhirnya petugas medis bisa mengobati tangan dan lehernya (tetep tanpa ekspresi).

Setelah selesai diobati, salah satu dari Pak Polisi itu mengajaknya keluar untuk merokok dan berbincang. Sepertinya kesadaran si pemabuk mulai pulih karena setelah merokok dia ngasih kartu nama ke Pak Polisi dan minta ditelponin ke keluarganya minta dijemput. Kisah yang happy ending menurutku, walaupun sempet mual karena lihat darah berceceran dimana-mana….

Jam 04.00, Si Nenek berpamitan… gak tahu deh dia mau kemana jam segitu, padahal stasiun juga baru buka jam 05.00.

Akhirnya jam 04.30 aku mutusin keluar….

… bersambung