Begitu naruh tas di Paradiso Bed&Breakfast di Bukit Bintang, langsung pada sholat karena sudah pada kelaparan.

Tanya ke penjaganya Paradiso, jawabannya tidak menyenangkan, jadi akhirnya aku bertanya ke mbak2 yang jaga booth Malaysia Tourism yang ada pas di depan hotel. Siang-siang gini gak ada streetfood, jadi disuruh ke foodcourtnya Mall yang ada pas di depan Stasiun Monorail Bukit Bintang (stasiunnya depan hotel juga).

Begitu mpe foodcourt mata langsung mengarah ke Nasi Kandar.

Dengan 5RM (1RM=2870IDR), sudah tersedia nasi kandar (pilihan lauknya : daging kambing, cumi, udang, ayam) yang porsinya sangat berlebih!

Aku makan dengan nikmat, karena budeg, Cuma kunyahan di mulut yang terdengar di otakku, tidak terdengar obrolan anak-anak.

Salah dua dari anak-anak pesen yang laen, pas pesenannya datang, aku comot salah satu dagingnya, ’ih ayamnya udah bau basi’ pikirku. Kulanjutkan makan nasi kandar sotongku dengan nikmat, aku satu2nya yang bisa ngabisin porsi besar itu, … kan lagi sakit,😀

Setelah kenyang makan, aku bersama tiga orang memutuskan untuk ke IKEA, cuci mata, sedangkan dua lainnya mau city tour ke Masjid Jamek.

Pas lagi jalan-jalan di IKEA, anak2 pada ngobrol soal gw mencomot daging di piring temenku yang laen,
’Mi, itu kan sapi ceper alias babi..’
APAAAAAAAAAAA?????????????????
’kan dibahas pas lagi makan’
APAAAAAAAAAAAA????????? Aku kan BUDEEEEEG, gak denger kalian ngobrol!!
’makanya buru2 kuhabisin, takut Umi nyomot lagi’ kata temenku yang kucomot dagingnya.
HUWAAAAAAAAAAAAA