Hai hai hai,

Aku sudah berjanji akan menulis soal trip ini, dan kenapa aku tidak merekomendasikan operator ini.

Aku tulis urut berdasar iten saja…

nota lunas

nota lunas

DAY 1 : 
– MEETING POINT IN BANGSAL PORT, using the bus and transit in senggigi office (09.00 WITA)
– GILI BOLA (stay 1night)

Aku mendaftar trip ini dari agent, orang ketiga atau keempat mungkin.. dan dia sama sekali gak info ke aku soal peserta akan dijemput di hotelnya masing-masing, atau kumpul di kantor Kencana jam 11.30. Bahkan ketika sebelumnya aku nanya ada website yang bisa kucek soal trip ini, dia gak ngasih tahu aku soal Kencana Adventure ini… ya sutralah..

Jadilah aku nyampe jam 830 di kantor Kencana, karena si mbaknya bilang aku harus sudah di kantor jam 10, okelah nunggu sejam lebih. Pas nyampe kantor barulah tahu kalo ternyata kumpulnya di Senggigi tu jam 1130. Rrrrrggghh…

Nunggu dan nunggu dan nunggu, akhirnya berangkat juga sekitar 1145 tanpa briefing seperti yang direncanakan, katanya briefing bakal diadakan di kapal

Aku naek travello bersama beberapa teman baru (aku sendirian ikut trip ini, jadi semua teman baru).. Kami menjemput 3 orang dulu. Cerita dari teman-teman yang naek bis, mereka mampir-mampir beli nanas lah dll.. (trip regular kok begini ya..pertanyaan sudah dimulai)…

Makan siang mie goreng tanpa rasa dan telor ceplok, dengan alasan biasa bawa bule jadi rasa menyesuaikan selera bule, oke deeeh…

Akhirnya kita tu berangkat sekitar jam 345 pm wita dari Pelabuhan di Lombok Timur, setelah ada drama dikejar polisi,😀

dikejar Pak Polisi!

dikejar Pak Polisi!

Dan hari itu berakhir parkir di depan Gili Bola (bukan tinggal di Gili Bola lho) setelah makan malam ikan cacah dikuahin dan nasi…

Briefing : isinya Cuma menyindir mbak-mbak dan mas-mas yang biasanya lelet, karena yang ikut 75% orang Indonesia, terus terang isi briefingnya gak masuk otak, yang masuk Cuma sindirannya supaya kita (orang Indonesia) jangan telat…

a beautiful sunset!

a beautiful sunset!

DAY 2 :
– MOYO ISLAND (take a shower on waterfall at moyo forest)
– SATONDA ISLAND (see the salt water lake and snorkeling)
– and next to GILI LABA (stay 1night)

Sekitar jam 3 pagi kapal bergerak menuju Pulau Moyo, angin menjadi terlalu banyak di dek atas, akhirnya aku tidur dengan menutupi selimut dengan wajah.

Setelah sarapan roti bakar isi pisang, kita menuju Pulau Moyo menggunakan boat kecil, trekking sekitar 15 menit menuju air terjun, terus terang saya tidak terkesan dengan air terjunnya, tapi ya sudahlah, kita nikmati saja…

Pulau Moyo

Pulau Moyo

air terjun Pulau Moyo

air terjun Pulau Moyo

Pulau Satonda merupakan tujuan berikutnya… danau didalamnya asin sekali airnya, dan spot snorkelingnya tidak terlalu bagus. Sebel baya nget rasanya disini diburu2 balik ke kapal, padahal katanya dikasih waktu sampai 130pm tapi jam satu kurang udah ada yang mburu-mburu balik ke kapal…

Danau Satonda

Danau Satonda

Menu makan siang tumis sayuran dan orek tempe…

Kapal langsung menuju ke timur setelah dari Pulau Satonda, perjalanan panjang ini menerjang hujan dan angin (hujan berhenti sekitar jam10malam), tapi karena biasa bangun jam 3, aku tetep bangun dan menikmati gugusan bintang yang bertaburan malam itu, bahkan debu-debunya pun kelihatan, indah sekali…

DAY 3 :
– GILI LABA (trekking, best view on the top GILI LABA) 
– PINK BEACH (snorkeling)
– KOMODO ISLAND (trekking, see the varanus komodoensis (ORA). The highest point of this trip)
– and next to KALONG ISLAND (stay 1night)

Suara si bapak kapal pagi itu membangunkan kami sangat tidak enak didengar, harusnya dia member tahu kami malam sebelumnya soal bangun pagi ini, bukannya membangunkan kami dengan cerita ‘sebaiknya segera trekking’ blablabla… permasalahan mulai deh disini, bule-bule merasa dianaktirikan karena si bapak ngomong bahasa Indonesia terus, dan gak tahu ada apa pagi itu…

Briefing singkat sebenernya sudah diadakan pas makan malam hari pertama, tapi kita kan liburan pak, gampang lupa hari dan waktu, apalagi jadual…

… dan mereka Cuma menurunkan kami di Gili Lawa pagi itu tanpa menemani kami naek ke puncakn ya, sama seperti pas di Pulau Satonda, tidak ada yang menemani snorkeling maupun trekking.. mereka Cuma ngasih tahu lokasinya dan jalannya… aneh!

Pemandangan dari atas Gili Lawa

Pemandangan dari atas Gili Lawa

Trus kita ke Pulau Komodo.. tambah-tambah deh mulai konflik peserta dengan ABK… tapi yasudahlah…

Komodo!

Komodo!

Pink Beach, I love it! Air laut dingin, gak ada arus, soft coral yang bagus, rasanya gak rela deh waktu mereka mulai nyuruh kita buru-buru naek ke kapal… kita sudah di timur ini, dan mereka maunya kita langsung parkir depan Pulau Rinca sore itu… Pulau Kalong?? Di skip, katanya sudah 9 bulan gak ada kelelawarnya di pulau itu, terserah kata bapak deh…

Pink Beach

Pink Beach

Menu makan? Gak ada yang enak deh… pokoknya nasi plus 1 lauk, itu saja, plus buah…

Malam itu hujan juga, dan terus terang aku gak mau disuruh tidur di kabin dek paling bawah yang kek gudang senjata, jadi aku bertahan di atas… dan semua ABK sangat dan sangat perhatian untuk menyuruh kami turun malam itu.. padahal malam sebelumnya pas hujan deras, aku pun ada di atas… :D… ingat malam itu jadi ngakak-ngakak lagi, inget kata-kata dan ekspresinya Heather : I will sleep in the sea if you ask me again to sleep at the cabin, :p

DAY 4 :
– RINCA ISLAND (trekking, see the komodo and other wild life such as: buffalo, beer, monkey etc)
– KELOR ISLAND (snorkeling)
– and next to LABUAN BAJO, and check out for your next destination

Pulau Rinca bagus, aku sengaja berjalan berlama-lama di belakang ama Heather, hahahaha… udah males disuruh buru-buru lagi… hari terakhiiir… lagian kita juga gak pernah lelet…

Trekking di Pulau Rinca

Trekking di Pulau Rinca

Pulau Kelor? Arusnya kenceng abis dah…

Pulau Kelor

Pulau Kelor

Dan makanan paling gak banget adalah makan siang hari itu: mie rebus sedap, telur bunder, plus nasi

Nyampe Labuan Bajo sekitar jam 3sore, dan terus terang aku sudah tidak sabar untuk meninggalkan kapal itu.. padahal kita masih diperbolehkan untuk menginap di kapal semalam lagi… bukan masalah goyang-goyang atau gimana kalau tidur di kapal, tapi suasananya udah gak banget…

Aku akhirnya nginep di Hotel Kharisma, pas depan pintu pelabuhan…

Kesimpulan kenapa saya gak merekomendasikan operator ini :

  1. Makannya enggak banget
  2. ABK gak pernah nemenin aktifitas
  3. TL ABK cara ngomongnya bossy banget, berasa anak sekolahan yang dimarahin muluk

Aku gak tahu apa kita saja yang gak beruntung, atau memang mereka biasanya seperti itu.. ya sudahlah…😀

Foto-foto kapal:

Kondisi kapal cukup bagus, bersih, kamar mandi juga bersih, tissue selalu tersedia, air tawar nyala di sore hari saja.

dek bawah

dek bawah

dek atas

dek atas

nobar di kapal

nobar di kapal