28 Desember 2015

Malam sebelumnya kita sudah ngobrol dengan Mohan tentang rencana kita untuk light trekking dua hari satu malam. Mohan menyarankan kita untuk pergi ke Changu Narayan, ada peta dan rutenya gampang dan jelas. Mohan bantuin juga untuk nelpon hotel disana walaupun akhirnya aku sendiri yang menawar ke pemiliknya.

Pagi itu di halaman hotel tanah-tanahnya pun kedinginan, ada esnya.. dasar norak gak pernah liat salju, poto-poto lah ama tu es yang kek comberan hahaha…

Pagi di tempat yang dingin selalu menyenangkan buatku, itulah kenapa aku suka maen di bulan Desember atau Januari… Badan ajaib ini berhasil membuat wish list ku yang berikutnya adalah Iceland dan New Zealand dan Alaska hahaha… Semoga badan ini tetap seperti ini sampai ketemu heater yang bisa nemenin kemana-mana😀

Kita nitip tas besar di hotel dan hanya berangkat dengan baju secukupnya.

Aku bersenandung dengan riang pagi itu ketika mulai jalan, sambil menghirup oksigen sebanyak-banyaknya… aaaah indahnya semua ini, Alhamdulillah atas semua nikmatmu Ya Allah…

Kampung pertama yang kita lewati sangat cantik, sudah berhasil membuat kita banyak berhenti dan berhenti untuk ngambil gambar dan narsis. Bahkan tiap kelokan terasa sangat cantik dan fotogenik. Ketika kita lagi jalan ada ketemu Nepali yang pernah kerja di Malaysia jadi dia bisa cakap Malay. Akhirnya dia nemenin kita jalan sampai jalan raya. Ada juga ibu-ibu bawa gendongan berat yang akhirnya juga jalan bareng kita sampai jalan raya.

Setelah sampai jalan raya kita bermaksud mau nyari warung makan, tapi satu-satunya yang ada keknya kurang gimana gitu. Di Nepal ini kita berusaha tidak makan sembarangan karena takut sakit perut. Daaan mulailah jalannya nanjak, dengan panas siang itu, jalanan panjang itu terasa berat… tapi karena hati bahagia, aku tidak ingat sama sekali kalau aku merasa kecapekan ketika itu… kita melewati hutan pinus yang terasa tidak ada ujungnya sampai akhirnya ketemu dengan desa yang berujung di jalan raya.

Jalan kaki di jalan aspal ketika lelah itu sangat berasa, bahagianya ketika sudah melihat petunjuk tempat parkir Changu Narayan, tapi ternyata guesthouse tempat kita nginap ada di seberang kuil.

Berjalan melewati banyak runtuhan bangunan karena gempa membuatku merasa sangat sedih. Dimana penghuni rumah itu sekarang, apakah sudah meninggal, apakah mereka cukup hangat di musim dingin ini? Ah rasanya tak tega bayangin semua kesulitan yang mereka lalui.

Kita milih untuk trekking ke sini karena disini ada kuil tertua di Nepal, dan memang tua banget dan harus ditopang kayu-kayu karena bangunannya hamper rubuh karena gempa. Dimana-mana ada tahi anjing di kampong ini, bahkan di lingkungan kuil.

Guesthouse kita, Star View Guest House, lokasinya paling cantik di kampung ini, bahkan kita dapat kamar di lantai atas dengan jendela yang menghadap lembah, benar-benar mewah! Amanda, pemilik hotel ini adalah warga Negara Amerika yang memutuskan untuk menghabiskan sisa hidupnya disini. Dia bercerita banyak sekali soal gempa, bagaimana dia berusaha membantu penduduk sekitar dengan semua sumber daya yang dia miliki.

Ada satu keluarga Nepal yang tinggal bersama Amanda, mereka menempati kamar-kamar yang sangat layak di guesthouse ini.. Senang sekali melihat hal seperti ini. Amanda memanusiakan mereka yang membantunya, menyekolahkan anak-anaknya, menyuruh si bapak belajar menyetir, mengajari si ibu memasak untuk tamu. Bukan dengan cara yang berlebihan tapi kekeluargaan.. well it’s difficult for me to describe in words…

Setelah naruh tas, kita jalan-jalan ke kuil dan ke kampung.. ah bahagianya sore itu, cantik sekali kampung ini.. walaupun laper banget karena belum makan siang, tapi cantiknya kampung dan cahaya sore itu bener-bener membuatku bahagia dan lupa lapar.. semua sudut sepertinya minta difoto..

Kita pun minta tolong dimasakin makan malam, dan makanannya enak… Amanda pun makan bersama kita sambil bercerita banyak hal, a nice moment..

Mari istirahat, mengistirahatkan raga yang lelah seharian, tentu saja ditemani sahabat di kasur sebelah dan gonggongan anjing… Walaupun tidak ada heater, tapi keseluruhan rumah ini menghangatkan jiwaku..

*foto narsis dari hp Ifan

Pengeluaran (semua untuk berempat)
Star View Guest House : 4500 NRP
sudah termasuk makan pagi dan makan malam